Jalan-jalan Terus, Duit dari Mana?

Woow, Inspired by this blog 👍👍😀

backpackstory

Pertanyaan menyebalkan yang kerap saya dapat dari netizen adalah “Kamu jalan-jalan terus, duitnya dari mana?” atau “Kerjanya di mana sih? Kok enak, jalan-jalan melulu.”. Inti dari kedua pertanyaan tersebut sama, netizen penasaran tentang dari mana saya mendapatkan penghasilan untuk membiayai kegiatan traveling saya. Padahal, menurut saya, perihal penghasilan ini adalah sebuah hal yang sifatnya personal dan tabu, kok bisa-bisanya ditanyakan juga?

Jouska sempat mengatakan bahwa zaman sekarang, perihal penghasilan adalah sebuah hal yang tabu untuk dibahas, bahkan lebih tabu daripada seks. But hey, am not gonna talking about sex either.

Entah apakah hal ini lazim ditanyakan di luar Indonesia, atau memang hanya terjadi di Indonesia ketika di mana pertanyaan kepo yang sifatnya personal ini dianggap adalah pertanyaan basa-basi yang bisa berguna untuk mencairkan suasana. “Sudah menikah?” “Anaknya berapa?” “Umurnya berapa?” “Kenapa badannya gemuk?” “Kok lehernya ada merah-merahnya?” mungkin terdengar pertanyaan sepele, namun bagi yang menerima –apalagi menerimanya berulang-ulang, bisa saja…

View original post 1,900 more words

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s